Gus Mantan
Gus Sami manggut-manggut sambil memandangku penuh arti.
"Mamah hanya nggak ingin kamu jadi nggak fokus belajar, nggak fokus ngaji hanya gara-gara cinta monyet."
"Yakinlah, dia anakku. Nggak mungkin seperti itu," bela Gus Sami.
"Eh, enak aja. Dia juga anakku," protesku.
"Jangan-jangan dulu Mamah waktu remaja kayak gitu. Makanya takut gen itu menurun pada Guse," ledek Gus Sami. "Enak aja," sewotku.
Hot Chapters