Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ARINDA

ARINDA

"Ayo, Non." Arinda tersadar dari lamunannya. Dia kemudian mengikuti langkah Robin menaiki undakan tangga menuju pintu masuk mansion. Dia berdiri di sisi Robin yang baru saja selesai memencet bel. Tak butuh waktu lama pintu bercat putih di hadapannya terbuka, menampilkan sosok wanita paruh baya yang Arinda perkirakan usianya di atas lima puluh tahun. Wanita itu pada awalnya terlihat kesal melihat Robin, tapi saat menangkap keberadaannya ekspresi wajah wanita itu seketika tersenyum cerah.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai adorned
Baca
+Pustaka
AURORA

AURORA

tanyaku kemudian mengulurkan tanganku, bermaksud mengajaknya untuk bersalaman, “Aku, Yveria Andromeda.” Kehangatan dan sebuah telapak tangan lebar menyambut tanganku yang sedingin es, memberikan sebuah sengatan listrik yang menggelitik perut. “Ahin Lloyd. Aku Ahin Lloyd.” To Be Continue.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai adorned
Baca
+Pustaka
VERDINDA

VERDINDA

Kafe bernuasa klasik yang memberi kesan enak dipandang mata, aroma coklat yang khas merasuk dalam indra penciuman, hingha membuat hati seseorang akan menjadi betah berlama-lama disini. "Katanya temen, kok diem-dieman?" Kata Vanya membuat Dinda menatap cowok itu kesal. "Oh iya kan Kak Verdi sangat rapi dalam menyimpan kata-katanya." Mereka menyantap makanan dengan lahap, setelah beberapa menit menunggu. Selesainya, mereka menyibukkan diri dengan bermain benda kecil yang selalu mereka bawa kemana-mana. Ponsel selalu ada kapan saja dan dimana saja, bukan?
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai adorned
Baca
+Pustaka
Adelia VS Adipati

Adelia VS Adipati

Wajah mereka terlampau dekat, hingga Adelia dapat merasakan deruh nafas Adipati yang membelai lembut pipinya. "Ada dasi gak?" **************************************************************************
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai adorned
Baca
+Pustaka
Sadena

Sadena

Aldevan tersenyum tipis dan mengangguk. Sadena berjalan menuju lemari pakaian di sudut ruangan. Mengambil kaos polos berwarna biru dan bergerak cepat memakainya. Membuat sebagian otot-otot cowok itu tercetak jelas. Aldevan bangga karena tanpa disuruh pun Sadena pintar mengambil inisiatif menjaga postur tubuhnya. Oh bukan Sadena, tapi Sadava pun sama. "Bicara apa?" tanya Sadena. Cowok itu berdiri di hadapan papanya.
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai adorned
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

Mau tidak mau aku memakainya, karena nggak ada pilihan yang lain. Aku mengubek-ubek isi tasku, mencari aksesoris. Siapa tau aku bawa. Untungnya ada jepit lidi warna-warni. Aku segera memakainya dengan posisi menyilang. Lalu, aku mengambil lip tint berwarna oranye di kantung ransel bagian depan.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai adorned
Baca
+Pustaka
Aku ADA

Aku ADA

teriak Kenya. Gendis yang merangkak turun dari dinding, kepalanya sampai menoleh ke belakang. "Ela!" teriak Kenya. Angin terasa menyeruak di seluruh ruangan, sehingga gorden dan kaca terguncang. Saat itu juga tubuh Gendis melayang, ada pertarungan dua makhluk. Hanya Kenya yang dapat melihat Ela, sementara yang lain hanya melihat Gendis. Itu, karena makhluk tersebut merasuki tubuh Gendis.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai adorned
Baca
+Pustaka
Kubayar Hutangmu Dengan Tubuhku

Kubayar Hutangmu Dengan Tubuhku

"Ah, tidak. Terlalu polos. Membosankan." Dia melempar baju itu kembali ke rak, lalu melangkah ke bagian koleksi terbaru yang diberi label 'Seduction Series'. Tangannya berhenti pada sepotong kain—kalau itu bisa disebut kain—berwarna hitam pekat dengan aksen tali-temali rumit dan renda transparan di bagian dada. "Ini," Adrian menyeringai, matanya berkilat aneh. "Ini baru 'kelas'."
655 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai adorned
Baca
+Pustaka
Kaisar Dewa Regera

Kaisar Dewa Regera

Ada pakaian dari metal tipis yang menyelimuti tubuhnya. Di sebuah ruangan yang ada di lantai atas, ada seorang pria paruh baya di balkon, mengamati hiruk pikuk kota yang posisinya miring itu. Adlar, pria dari klan Vasto, memiliki tubuh yang tinggi, tapi kurus. Ia tidak memiliki rambut sama sekali, bahkan alis hingga bulu matanya tidak ada. Namun, ada tiga garis hitam yang membelah alis hingga pipi atasnya, bahkan pupil matanya jadi terbelah. Ia mengenakan baju hitam dengan ukiran emas tanpa lengan, dengan sebuah jubah yang melingkari pundaknya dari kulit kalong utuh, hingga terlihat seperti kalong yang menerkamnya dari belakang.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai adorned
Baca
+Pustaka
UNSPOKEN PAIN

UNSPOKEN PAIN

Hanya Syden, dan temannya yang Adora lupakan namanya. Adora membasahi bibirnya dan melihat-lihat gaun mana yang pantas untuk dirinya. Adora melihat desain gaun berbahan satin nude pink, dengan beberap payet di bagian. Adora suka dengan konsep warnanya, tapi, dia tidak suka dengan payet yang terlalu ramai. Gadis itu menarik napas panjang. Dia melihat keadaan kamarnya yang selalu sepi.
1024.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 967 kali sebagai adorned
Tampilkan Ulasan (33)
Baca
+Pustaka
Lusia
Sebenarnya Harry mencontohkan kakak yg baik, tpi ya jngn berlebihan? Di sini, tokoh Illana bikin penasaran, sesabar apa punya pacar macam Harry. Harry protektif sama Adora karena punya rahasia? Novel bikin penasaran pembaca nih?
Rizka Ahmed Syukri
Aduhh Nana kalo aku jadi kamu, stop sampai disini deh, mending malu n sakit ati dari sekarang (batal nikah) daripada nanti pas uda sah, lagian bahaya ini, si butbut aku peta aku prta bisa jadi obsesi nih sama Harry, nyawamu bahaya atau kamu bakal makan ati terus
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status