Heavenly Rift
Makhluk itu mencoba bergerak, tapi hanya mampu mengerjapkan mata sebelum merosot ke tanah lagi, kehilangan tenaga.
Anza berjongkok, mengulurkan tangan dengan ragu. Dari jarak sedekat ini, ia bisa melihat lebih jelas: bulu emas yang samar-samar berpendar seperti bintang, dan sayap yang meskipun kecil, memiliki pola yang terlihat hampir mistis.
“Aku nggak tahu kau ini hewan, burung kecil, atau semacam makhluk dongeng…” gumamnya, setengah berbicara pada dirinya sendiri. “Tapi kau pasti butuh bantuan.”