TERBELENGGU CINTA SANG MAFIA
Libra Syafarikadada tengah sakit seperti ditusukarti tatapan teduh priatangan di sayat berdarahaku hancur ku terluka
Aku berjalan berjinjit, nyaris tak bersuara, menuju pintunya.
Dengan tangan gemetar, aku memutar gagang pintu perlahan. Aura gelap dan maskulin langsung menyergapku begitu aku melangkah masuk. Kamar itu beraroma tembakau mahal dan anggur merah yang pekat—sangat mencerminkan pemiliknya.
Aku mendengar suara gemericik air dari kamar mandi. Dia sedang mandi. Ini kesempatanku.
Beliebte Kapitel