Renjana
Ida pun langsung ngikut, sesaat ku lihat Ida melempar senyum ke arah Dito, tapi Dito tidak menyadarinya, karena asyik ngobrol sama teman-temannya.
★★★★★★★★★★★★★★★★★★★
“Udah sore nih, mandi yuk,” ajak Ida.
Ketika mendengar kata mandi, aku teringat bahwa kamar mandi yang tersedia adalah kamar mandi bekas kandang kuda dengan bentuk yang menyerupai tempat makan kuda, jadi ada sekitar 65 kubikel dengan 1 bak yang saling terhubung dan ketika lalai mungkin ada teman yang mengintip. Deskripsi panjang tentang kamar mandi kuda itu berputar di kepalaku, dan membuatku malas buat mandi apalagi cuaca dingin yang semakin membuatku malas mandi.
Hot Chapters