Miss Montok
Michael itu pacar Sisil.
“Oh, ya, nggak apa-apa kalau gitu. Eh, Ana gimana?” Aku menoleh ke arah Ana.
Ana mengunyah habis daging bakarnya dulu. Suara lembutnya terdengar juga sesudahnya, “Uhm ... aku ikut Sisil. Jadi kalau Sisil pulang, aku ikut pulang juga.”
Aku mengangguk mengerti. “Begitu kalian mau pulang, nggak apa-apa bubar, kok. Tar kabarin aja, ya, kalau udah mau bubar.”
Bab Populer