Dosen Galakku, Suami Rahasiaku
“Yuk, aku bantuin siapin pakaian.”
Dante tampak enggan. Bibirnya mengerucut seperti anak kecil yang sedang diminta berhenti bermain. “Bentar lagi, Sayang.”
Sementara itu, Rendra menatap Dante dengan mata bulatnya. “Papa Ante mau kelja?”
“Iya, Sayang,” jawab Mataya. “Kalian lanjut main sama suster, ya.”
Dipta mengangguk patuh. “Oke, Mama Taya.”