Novel 'Selendang Pelangi' nggak cuma sekadar cerita biasa, tapi seperti lukisan kehidupan yang diwarnai dengan budaya Jawa yang kental. Ceritanya mengikuti perjalanan seorang wanita muda yang berusaha menemukan jati dirinya lewat tradisi membatik. Konflik muncul ketika ia harus memilih antara mengikuti passion-nya atau tunduk pada tekanan keluarga. Yang bikin menarik, setiap bab dibumbui dengan falsafah Jawa yang dalam, seperti 'aja adigang adigung adiguna', yang bikin pembaca nggak cuma terhibur tapi juga dapat pelajaran hidup.
Setting pedesaan Jawa dengan deskripsi upacara adat dan pasar tradisionalnya bikin atmosfernya begitu hidup. Adegan ketika tokoh utama belajar membatik dari neneknya itu detail banget, sampe kita bisa bayangkan bau lilin dan warna-warna kain. Endingnya yang nggak cliché bikin cerita ini layak dibaca berkali-kali.