Terjerat Pesona Mama Temanku
“Kamu mungkin sudah lupain aku dan janji kamu, tapi aku nggak pernah lupa kamu.”
Ia mengusap foto itu perlahan. Di belakang foto, ada nama-nama yang ditulis dengan pulpen biru, nyaris pudar oleh waktu. Salah satunya tertulis, Bela dan juga Arga.
“Kalau besok pujaanmu itu bertemu Adit ... Maka aku juga harus bertemu kamu yang bernama Arga,” ujarnya pelan, seolah bersumpah. “Kamu harus kembali menjadi ‘Arga-ku’, Adit ….”