Tuan, Aku Hamil!
Gavin mengusap lembut wajahku, menyingkirkan helaian rambut yang jatuh di wajahku, membuat tatapannya semakin jelas menghujam ke dalam mataku. Sentuhan jari-jarinya di kulitku begitu halus, namun penuh dengan makna, seolah ingin menyampaikan sesuatu yang lebih dalam daripada kata-kata yang terucap.
"Kalau aku cuma iseng, malam itu aku pakai kondom," katanya tiba-tiba, suaranya rendah namun jelas, membuatku terkejut. Mataku melebar, mencoba memahami maksud dari kalimatnya.