Kimmy vs Hantu Tampan
Dia hanya mengangguk, mengerti akan nasibnya yang tak bisa berjalan di bawah terik matahari.
Sesampainya di rumah Nala, aku langsung merebahkan diri di sofa. Rasanya nyaman sekali, jauh dari gangguan. Aku segera menghidupkan TV dan mencari episode terbaru Drakor favoritku. Soal si hantu tampan? Ah, kali ini aku memilih untuk melupakan sejenak. Fokusku sekarang adalah alur cerita Drakor yang begitu menarik, sesuatu yang tidak mungkin kudapatkan kalau aku nonton di apartemen. Kalau di sana, si hantu tampan itu pasti akan ngoceh tanpa henti. Sangat mengganggu.
Belum lama aku tenggelam dalam alur cerita, Nala muncul di pintu dengan plastik belanjaan di tangannya. "Kim, kapan kamu sampai?" tanyan
Hot Chapters