Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ARKA: Seorang Manusia yang Bukan Siapa-siapa

ARKA: Seorang Manusia yang Bukan Siapa-siapa

Tadi hujan
Suasana meledak, semua orang maju. Aku segera bergerak cepat ke arah Salma yang langsung melayangkan kakinya ke selangkangan dua pria yang mengapitnya. Aku meraih tangan Salma. Sesuai arahku Ferdi dan tiga temannya mengikutiku. "Fer, bawa!" Aku melepas lengan Salma. Ferdi bergegas menariknya menjauhiku. "Keluar!" tegasku sambil menunjuk arah belakang yang memang kosong. "Nggak, Arka!" teriak Salma, terus menjulurkan tangan. Aku tersenyum. Salma perlahan hilang. Syukurlah mereka berhasil kabur. Hampir lima belas menit, aku masih bertahan. Banyak dari mereka yang langsung tumbang setelah kuhajar. Tapi beberapa serangan berhasil membuat sekujur badanku babak belur. Kini penglihatanku sudah mulai runyam. Aku segera meraih balok kayu yang tergeletak tak jauh, lalu menodongkannya ke segala arah. Tanpa terduga, ada yang menyerangku dari belakang, kepalaku terasa dihantam keras dengan benda tumpul. Kakiku tak kuat lagi menopang, tak lama tubuhku telah terjengkang. Pandanganku menggelap. Sayup-sayup, aku mendengar bunyi yang tak asing. Namun, seketika hening. (Maaf, ya, jika ada narasi maupun dialog yang memakai Bahasa Sunda. Kalau mau tahu artinya ke Mbah Google aja, ya, biar sambil belajar plus ada kerjaan. Ehehehe. Salam damai dari Author) Ikuti aku di cuiter dan kilogram @tadi_hujan, agar kita bisa saling kenal.
107.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai arah mata angin jawa
Baca
+Pustaka
Tamu yang Tak Diundang

Tamu yang Tak Diundang

"Hai." Seorang wanita cantik menyapaku ramah dengan melempar senyum manis saat pintu kubuka. Aku hanya membalasnya dengan senyuman tipis yang dipaksa. Wanita itu masih memandangku ramah dengan sesekali mencari celah ke arah belakangku seperti sedang mencari seseorang. "Boleh masuk?" tanyanya kemudian karena aku masih berdiri di depannya. Belum mempersilakannya masuk. Sengaja. Aku juga masih memegang erat sisi tepi daun pintu agar tidak terbuka lebar. Inginku pintu ini segera menutup dan mencegah wanita ini masuk ke dalam rumah. "Bisakah tidak datang hari ini? Kami ada acara keluarga," ujarku tanpa basa-basi melontarkan pertanyaan itu padanya. Berharap wanita di depanku ini mengerti dan memutuskan pergi. Ini untuk pertama kalinya aku memberanikan diri menolak kedatangannya. "Oh ya, hm … ada acara keluarga? Surya tidak bilang. Acara apa? Boleh ikut?" Mataku terbelalak kaget tak percaya mendengar wanita yang tidak kuinginkan kehadirannya ini bertanya demikian? Ikut katanya? Mataku awas menengok ke arah belakangku, memastikan seseorang yang berada di dalam sana tidak mengetahui siapa yang bertamu saat ini. Aku baru tahu ada makhluk yang tanpa malu seperti dia hidup di muka bumi ini. bukankah memintanya tidak datang ke rumahku saat ini adalah sebuah pengusiran? kenapa dia tidak peka?
1028.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai arah mata angin jawa
Baca
+Pustaka
Phoenix Rebirth: The rise of Akiyama

Phoenix Rebirth: The rise of Akiyama

Akiyama, seorang anak yang lahir dengan tanda mata aneh, dibesarkan dalam kesendirian setelah dikucilkan oleh desanya. Sejak lahir, dunia tempat tinggalnya telah dilanda tragedi besar, dan banyak yang percaya bahwa Akiyama adalah pertanda buruk. Namun, di dalam dirinya tersimpan kekuatan legendaris: kekuatan Phoenix yang tak terkalahkan. Dalam perjalanannya, Akiyama bertemu dengan berbagai sekutu dan musuh: Yumi, sahabatnya yang lembut dengan kemampuan penyembuhan; Ryu, pendekar angin yang dingin; Kohaku, bangsawan terbuang yang ahli dalam manipulasi cahaya dan kegelapan; dan Hikaru, si pemberontak yang menguasai api. Masing-masing memiliki kekuatan unik, tetapi juga terikat oleh masa lalu yang kelam. Di sisi lain, Akiyama menghadapi ancaman dari Ren, pemimpin Klan Kurogane yang berkemampuan telekinesis dan menggalang pemberontakan melawan kerajaan. Di balik semua konflik ini, sosok misterius Tsubaki selalu muncul, memperingatkan bahwa takdir mereka sudah tertulis. Namun, ancaman terbesar datang dari Zerathos, Raja Iblis yang telah lama tersegel. Ketika segel Zerathos mulai melemah, kegelapan merambah dunia, dan hanya Akiyama, dengan kekuatan Phoenix-nya yang masih belum sepenuhnya terbangkitkan, yang bisa menghentikan kehancuran total. Akiyama berdiri di atas tebing, melihat ke kejauhan. Akiyama: "Apa yang sebenarnya terjadi saat aku lahir? Kenapa aku... kenapa aku harus memiliki kekuatan ini?" Yumi muncul dari belakangnya, tersenyum lembut. Yumi: "Kekuatanmu adalah harapan terakhir dunia, Akiyama. Kau harus percaya pada dirimu." Ryu dengan tangan terlipat, mendekat tanpa memandangnya. Ryu: "Berhenti meragukan dirimu. Zerathos sudah mulai bergerak. Jika kau tidak bertindak sekarang, kita semua akan hancur." Hikaru mendekat, dengan api kecil berkobar di tangannya. Hikaru: "Kalau kau terlalu lama berpikir, aku akan menghadapi Zerathos sendiri! Tapi... jangan salah... aku tidak akan kalah darimu!" Akiyama menatap langit, merasa berat dengan takdir yang harus dihadapinya. Bayangan Zerathos mulai muncul dari balik awan. Akiyama: "Zerathos... Aku akan menghentikanmu, bagaimanapun caranya. Ini adalah nasibku." ---
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai arah mata angin jawa
Baca
+Pustaka
Pulihnya Sayap-Sayap Patah

Pulihnya Sayap-Sayap Patah

Yunita Wongso dulunya adalah sosok paling memesona di Kota Bandan, dia bebas seperti angin, penuh semangat seperti api, menjalani kehidupan yang penuh kebebasan tanpa batas. Namun, dia menikah dengan Gery Heriadi, seorang pengusaha yang terkenal paling disiplin dan kaku. Pria itu bagaikan mesin yang dikendalikan dengan presisi, menuntut bukan hanya pada diri sendiri tetapi juga pada pasangannya. Yunita menyukai keramaian, menikmati kehidupan malam dan senang ditemani gigolo, sehingga suaminya memblokir namanya dari semua tempat hiburan di kota itu. Dia menyukai kebebasan, berjemur di bawah sinar matahari Afrika atau menikmati indahnya aurora di Isnora, unggul dalam segala hal mulai dari balap mobil hingga terjun payung, sehingga suaminya menyita paspor dan membatasi pergerakannya.
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai arah mata angin jawa
Baca
+Pustaka
Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Di tengah hamparan salju abadi Northern Territory, di mana setiap embusan angin adalah bisikan kematian dan setiap jejak kaki adalah perjuangan, Draven Rendell—seorang bangsawan muda yang baru mewarisi gelar—terjebak dalam intrik kuno. Ketika kegelapan kuno bangkit dan Snowsworn bangkit dari bayangan, takdir memanggil Draven untuk memimpin. Namun, di balik tebalnya kabut es yang menyelimuti pegunungan, musuh tak hanya datang dari luar, tetapi juga bersembunyi di antara sekutunya sendiri. Bisakah ia menavigasi pengkhianatan, menguasai rahasia kekuatan kuno, dan mengklaim takdirnya sebagai Penguasa Utara, ataukah ia akan hanyut ditelan badai salju abadi? Temukan jawabannya dalam kisah epik tentang kehormatan, pengkhianatan, dan pertempuran untuk takhta di tanah yang membeku!
9.67.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai arah mata angin jawa
Baca
+Pustaka
2'20

2'20

Kamelzy
Mereka sudah menunjukkan tandanya sejak satu bulan yang lalu. Pemerintah takkan pernah acuh, tak pernah ada yang percaya akan mitos murahan itu. Satu-dua orang takkan cukup untuk mendengungkan sesuatu yang sudah dianggap mati. Hari itu ... Kamis, 20 Februari 2020. Sebuah bencana yang seharusnya tak pernah menginjakkan kaki ke dataran itu akhirnya terjadi. Langit mendadak tak lagi menampakkan birunya, polusi tak bisa lagi mengalahkan awan hitam yang menutupi langit Jakarta. Suara kelakson kendaraan yang saling sahut tak lagi terdengar, udara yang terasa sesak kini tergantikan dengan angin kencang yang membentuk pusaran besar, bercampur petir, bercampur dengan guntur yang menggelegar. Tornado itu ... akhirnya datang juga. Pembuka gerbang dari dunia yang telah lama mati.
1012.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 381 kali sebagai arah mata angin jawa
Baca
+Pustaka
Iris Hitam Yang Terbakar

Iris Hitam Yang Terbakar

"Lepaskan pakaianmu. Buka lebar kakimu." "... Apa? Kenapa?" Suara itu memecah keheningan, dan jantungku berdebar kencang. Aku langsung refleks menutupi perutku. Itu adalah ulang tahun pertama pernikahanku dengan Alex, Sang Ketua Mafia Keluarga Riswaga. Aku sedang hamil dan ingin memberinya kejutan. Tetapi sekretarisnya yang bernama Lila, malah menutup mataku dan membawaku ke tempat yang asing ini. "Nyonya, berhentilah bersikap seperti korban. Merayu pria itu memang keahlianmu, bukan?" "Malam ini, di rumah lelang ilegal ini, kau akan menjadi barang terakhir yang dilelang." Rasa dingin menjalar di punggungku, dan suaraku pun bergetar. "Apa kau gila? Aku Nyonya Keluarga Riswaga dan aku sedang mengandung pewaris keluarga ini! Alex akan membunuhmu ...." Lila mencibir dan melepas penutup mataku. Cahaya yang menyilaukan menyinari diriku. Aku menyipitkan mata, dan perlahan, seorang pria yang duduk di bagian VIP mulai terlihat .... Itu Alex! Aku menatapnya tak percaya saat dia perlahan mematikan cerutu di tangannya. "Hamil? Anak haram siapa yang kau kandung itu?" "Ini anakmu!" teriakku. "Pembohong!" Dia mengangkat tangan, dan sebuah laporan dilemparkan ke arah kakiku. Huruf tebal bertuliskan: Kemungkinan hubungan darah: 0%, seakan membakar perih mataku. Dia lalu mendekat dan mencengkeram daguku. "Lila benar. Wanita sepertimu itu busuk sampai ke akar-akarnya." "Cintaku tak pernah cukup untuk memuaskan keserakahanmu." "Dan aku, Alex, tak akan pernah sudi membesarkan anak haram pria lain!" Kemudian hari, dia akhirnya mengetahui anak itu adalah darah dagingnya sendiri. Untuk pertama kalinya, pria yang selalu begitu tenang, angkuh, dan terkendali itu berlutut di hadapanku dengan suara bergetar. "Celia, aku mohon padamu ... meskipun kau tak bisa memaafkanku, kumohon, izinkan aku menebus kesalahanku." Namun ... hatiku sudah tak merasakan apa pun lagi untuknya.
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai arah mata angin jawa
Baca
+Pustaka
Tulang wangi

Tulang wangi

Kisah ini diambil secara dokumenter dari seorang pemuda bernama Fadil Raksa Dinata—biasa disapa Fadil. Usianya baru 23 tahun. Ia mahasiswa baru yang mengambil Fakultas Psikologi di tanah Pasundan—Jawa Barat. Hidupnya sederhana, lahir dari keluarga biasa di sebuah desa terpencil yang masih diselimuti kabut pagi dan cerita-cerita lama. Namun, sejak kecil Fadil sudah merasa ada yang “aneh” dalam dirinya. Ia terlalu sensitif terhadap hal-hal yang tak bisa dijelaskan oleh logika. Kadang ia melihat, mendengar, bahkan merasakan sesuatu yang orang lain tidak. Mungkin itu sebabnya ia memilih belajar psikologi—untuk memahami pikirannya sendiri. Tapi semakin dalam ia mempelajari manusia, semakin samar batas antara akal dan hal gaib yang mengitarinya. Dan semua berawal… dari sebuah tongkrongan malam yang tak pernah benar-benar biasa.
302 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai arah mata angin jawa
Baca
+Pustaka
Mengobati Menopause Dini Sahabat Ibu

Mengobati Menopause Dini Sahabat Ibu

".... Anu, di situ sangat kering. Rasanya perih dan sakit saat melakukannya, bahkan airnya saja nggak keluar-keluar ...." Aku menatap Tante Adelina, yang wajah cantiknya memerah malu. Lalu melirik sekilas ke arah tubuh seksinya yang sintal dan menggoda. Sambil menelan ludah, aku berkata sambil tersenyum lebar, "Itu ... Tante, masalahmu ini agak rumit. Aku nggak berani langsung ambil kesimpulan ...." "Begini saja, Tante masuk ke balik tirai itu. Aku akan menggunakan alat untuk memeriksa apa sebenarnya masalahnya." "Oh ya, ingat, celananya harus dilepas semua."
784 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai arah mata angin jawa
Baca
+Pustaka
Putri Sahabatku dan Apel Beracun

Putri Sahabatku dan Apel Beracun

"Aku nggak tahan lagi, Om, cepetan bantuin aku ...." Putri sahabatku menumpang tinggal di rumahku. Dia membawa pacar dan teman-temannya untuk merayakan pesta malam Natal. Tapi, tanpa sengaja mereka memakan apel yang sudah dicampur obat perangsang hewan. Gadis itu melepas pakaiannya lalu berlutut di hadapanku untuk membuka kancing celanaku. Gadis manis itu terlihat sangat menggoda. Bentuk tubuhnya yang matang sebelum waktunya membuat sekujur tubuhku terasa panas. Setelah melirik sekilas ke arah pacarnya yang sedang tertidur lelap karena mabuk, aku menekan tubuhnya kuat-kuat dan bersiap untuk memulai ....
4.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai arah mata angin jawa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
3132333435
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status