Selir Yang Terlupakan
“Hujan turun!”
Orang-orang berlari keluar dari tenda, menengadah ke langit, membiarkan air hujan membasahi wajah dan tubuh mereka. Tidak ada yang berlindung. Mereka berdiri diam, memejamkan mata, menangis dan tertawa sekaligus. Hujan turun semakin deras, membasahi tanah yang retak, membasahi ladang yang mati, dan membasahi hati-hati yang mulai keras karena kekeringan dan ketakutan.