You Are Mine
Apalagi ia baik, pengertian, pintar masak pula.
"Eh, malah melamun." Ibu menepuk paha Naja.
Naja tersenyum. "Kalau jodoh nanti juga balik lagi, Bu," gumam Naja.
"Ya kalau nggak diperjuangkan nggak akan balik, Naj." Ibu menepuk-nepuk lengan Naja dan sesekali mengusapnya. "Kamu ini sudah sukses. Mau beli apa aja bisa. Tapi ibu masih merasa ada yang mengganjal di sini setiap mikirin kamu," kata ibu. Ia menunjuk dadanya sendiri, "ibu masih belum lega, Naj, kalau kamu belum menikah. Apalagi baru-baru ini ibu dikasih tau Renra kalau alergi kamu kumat. Kalau sudah menikah kan pasti ada yang bisa urusin makanmu di rumah."
Hot Chapters