RAHASIA IBU
Ia pasti takut meninggalkanku seorang diri, atau Ibu merasa tak enak meninggalkanku tidur tanpa dirinya sedangkan ia akan bersama Ayah Arya menikmati malam pertama mereka.
“Ibu tidur dulu, ya.” Sebuah kecupan dilayangkan Ibu di keningku. Perempuan itu bangkit. sebelum menutup pintu, Ibu kembali menatapku.
***
Pukul 03.00 dini hari, aku sudah terbangun. Mata ini tak bisa lagi terpejam, karena sudah terbiasa sejak dulu. Kuambil wudu, lalu bersimpuh pada Sang Mahabesar. Begitu banyak nikmat yang mulai berdatangan. Mungkinkah ini buah dari kesabaran selama ini?