Panggil Aku Aisyah
Dan sepertinya kini kumulai putus asa, karena diriku tidak lagi memiliki harapan pasti untuk kembali membangun persahabatan itu.
Usai mandi, aku segera bergegas untuk menjalankan shalat Ashar, di saat inilah kumulai berdoa dalam sujudku, barangkali dirinya akan mendapat suatu pencerahan dari Allah. Kumenyadari sepenuhnya bahwa aku bukanlah siapa-siapa untuknya, aku tidak bisa menjadi apa yang dia harapkan, karena aku hanyalah manusia bodoh yang hanya bisa berharap sesuatu namun pada dasarnya juga tidak pasti. Entahlah, apapun yang akan terjadi, aku takkan pernah berhenti untuk selalu mendoakannya dalam kebaikan.
Hot Chapters