Dari Budak Menjadi Bencana
Pikiranku menjadi lebih jernih.
Aku membuka mataku dan menatap Borok dan anak buahnya. Mereka sudah berhenti tertawa. Mereka melihat kepadaku, lalu pada debu di tanganku, dan kembali padaku. Ada sesuatu yang berbeda dalam caraku menyerap energi kali ini. Lebih halus. Lebih... disengaja.
Borok mendecakkan lidah, wajahnya keruh. "Dasar怪物 (monster)," geramnya, lalu berbalik dan pergi, diikuti oleh kedua anak buahnya yang sekarang terdiam.