OBAT TIDUR UNTUK ISTRIKU
Aku mengangkat tubuh mungil Luna dan menggendongnya masuk ke dalam kamarnya.
"Mas, apa tidak sebaiknya kita bawa ke dokter." Hana menghampiriku di kamar Luna.
"Tadi sudah mas belikan obat, katanya gatal sudah agak berkurang."
"Tapi, mas lihat nggak? Tambah bengkak dan merah seperti itu. Luna sampai ketakutan."
Hana terlihat cemas.
"Mas sudah tawarin tadi, Raya nggak mau," jawabku kemudian.