Dipaksa Nikah
Ben tidur berbaring di sampingku, tangannya menjadi bantal kepalaku, tubuhnya penuh peluh tapi ada senyum lebar mengembang.
"Sakit?" Bisiknya kini berbalik menghadapku... bibirnya menyentuh daun telingaku. Membuat aku hampir memekik.
"Humm?" Bisiknya lagi. Aku berbalik, agar bibirnya tak melanjutkan kegiatan menggigiti Duan telingaku. Kenapa bisa... Telingaku menjadi sesensitif ini?!
Saat aku menghadapnya aku menggeleng kecil.