Mengembalikan Senyum Bidadari
Kedua anak-anak mereka sangat kompak; Zea yang manja, dan Zyan yang penyayang.
“Boleh. Ke mana dan mau apa?” tawar Pandu.
“Makan-makan, Pa,” sahut Zea.
“Mau makan apa? Masakan Mama lebih enak,” ucap Pandu melirik wanita yang duduk di sampingnya.
Zea tampak berpikir sejenak. “Kita adakan pesta barbeku di sini. Boleh, ya, Ma?”