BATARI
"Tunggu aku sampai Mama pulih. Kalau kau datang sekarang, kau hanya akan merusak suasana indahnya... Be a good boy, Victor. Let me belong only to you in my mind tonight."
Batari bersandar di dinding porselen kamar mandi yang dingin, namun tubuhnya terasa terbakar.
“Bersabarlah.. ahh.. Victor milikmuu …”
Di seberang telepon, suara Victor bukan lagi sekadar suara—itu adalah perintah yang merayap ke seluruh sarafnya.
"Batari... Akh! Terus, teruslah mendesah, Sayang... Eungh," geram Victor, suaranya pecah dan berat.
Hot Chapters