Terpaksa Menikahi Janda
“Enggak usah drama, berhentilah menangis, karena sejak malam ini hidupmu akan di penuhi air mata dan satu lagi jangan pernah mengharap lebih dengan pernikahan bodoh ini, kalau bukan karena kau... istrinya Farhan sudah tentu aku akan membuangmu jauh dari hidupku. “
Jamilah tidak menjawab perkataanku.
“Kau, tidurlah di sofa, jangan pernah berani menyentuhku ataupun mengadu semua yang terjadi diantara kita. “
Ucapan terakhirku sukses membuat Jamilah menangis tersedu- sedu, aku tidak peduli, mau dia menangis hingga mengeluarkan darah sekalipun tidak akan membuat perasaan iba dalam hati ini. Kebencian terlalu mendominasi dalam jiwaku.