Romantic Hospital
balas Zio yang langsung mendapatkan senyuman sekilas dari bibir Restya.
“Iya, saya punya rasa sama Dokter, tapi rasa benci,” sahut Restya dengan santai. Ucapannya barusan hanyalah kata-kata asal. Dia memang kesal dengan Zio, tetapi tak membenci lelaki itu.
Zio tak mengerti ucapan Restya barusan benar atau tidak. Namun, apa pun itu dia tak mau menyerah untuk melepaskan Restya.
“Dokter, kalau kata saudara kembar saya. Benci itu singkatan dari benar-benar cinta. Jangan mudah membenci seseorang, nanti juga mudah mencintainya,” sahut Zio dengan nada serius.
Hot Chapters