BERCINTA DENGAN HANTU
ujarku masih mendekap erat dirinya, aku tidak mungkin bercerita apa yang aku lihat sesungguhnya, kini masalahnya Ninik sendirian dirumah, apapun bisa terjadi, Ninik harus ada yang menemani, sebab, kalau ada orang lain lagi, tentu Mayang tidak akan berani menampakkan dirinya lagi seperti itu, aku jadi teringat pesananku akan tenaga ART pada mbok Nah,
“Humai... sekarang kamu ikut aku ke Bengkel saja ya...” pintaku sambil mengelus rambutnya
“Ya ampun Bi, terus bahan masakan ini bagaiman?” tanya Ninik
“Tinggalin saja, nanti kita akan Deliveri saja” ujarku, daripada Ninik banyak pertanyaan lagi segera aku seret keluar
“Sebentar Bi, aku ambil Kerudung dan Cadarku” ucap Ninik