Majalah Forbes sering kali merilis daftar wanita tercantik di dunia berdasarkan berbagai kriteria, mulai dari pengaruh hingga popularitas. Tahun lalu, nama seperti Margot Robbie dan Gal Gadot sempat mendominasi daftar tersebut. Margot, dengan pesona vintage ala 'Barbie'-nya, atau Gadot yang memancarkan aura kuat seperti di 'Wonder Woman', memang punya daya tarik universal. Tapi cantik itu subjektif, kan? Aku lebih suka melihat bagaimana kecantikan mereka tidak sekadar fisik, tapi juga bagaimana mereka menggunakan platformnya untuk hal positif.
Forbes juga kerap menyoroti wanita dari industri berbeda, seperti penyanyi Taylor Swift atau atlet seperti Naomi Osaka. Mereka cantik karena kombinasi bakat, ketekunan, dan karisma. Jadi, menurutku, daftar Forbes hanya pemicu diskusi—kecantikan sejati ada di mata yang melihat, dan di tindakan yang menginspirasi.