SANG PENANTANG WURAKE
Sebentar kemudian sigap dia menyambar sehelai uang lima ribuan dari ember kecil miliknya, lalu melemparkannya dengan kasar.
"Itu itu, itu uangmu," katanya.
Aku termangu, dia melanjutkan, "Ambil ambil, ambil uangmu itu lalu cepat pergi dari sini! Sial, bikin sial daganganku saja kau itu;"
Dia memang lebih menghargai seekor binatang daripada sesamanya. Akan tetapi, apa boleh buat. Lagipula, siapa yang dapat melarang sedangkan itu memang hak dia?