Pelakor Sebaya
Satriyo diam dan tersenyum kecut.
"Lagi nggak akur, ya?" bisik lelaki yang tak berhasil dikenali oleh Satriyo. Dia masih mencoba mengingat siapa gerangan lelaki yang kini duduk di depannya. Lelaki tampan itu mungkin seusia Langit. Tubuh atletis dengan rambut cepak dan kulit putih.
"Ehm, maaf, kamu siapa, ya?"
Lelaki tampan itu terkekeh. "Bukan siapa-siapa, cuma tahu tentang bapak aja!"