Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Imperfect Love

Imperfect Love

“Mas Bee lupa? Aku bisa ngabisin dua porsi ayam krispi, dua porsi kentang goreng, kadang tambah burger, terus—” “Cacingan!” putus Byakta dengan yakin. “Kamu makan banyak, tapi badan cuma segitu-gitu aja, karena yang kamu makan semuanya dimakan lagi sama cacing di dalam perutmu itu.” “Ihhh!” Yasmen bergidik geli saat mendengar kalimat terakhir Byakta. “Nggak usah ngomong gitu, ah! Geli aku dengernya.” Byakta berdecak kecil, lalu memelankan suaranya. “Sama cacing di perut geli, tapi sama cacing yang dipancing-pancing terus.”
10102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai binatangnya enak di makan
Baca
+Pustaka
PAMER SUAMI

PAMER SUAMI

tanya Inayah. "Iya, enak. Kok gak bilang kalau mau ngantar makanan, Dek? Tahu gitu, tadi Abang nungguin kamu," balas Bian, lalu minum dengan buru-buru. Aku nyengir melihat tingkah Bian yang begitu pandai menjaga perasaan istrinya. Tadi kami makan lahap hingga sempat nambah. Sekarang Bian harus makan lagi dan mengatakan kalau sangat nikmat. Aku menduga kalau dia sudah eneg, tak mampu mengunyah terlalu lumat lagi hingga terus saja minum.
19.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 406 kali sebagai binatangnya enak di makan
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Sang Juragan

Jerat Cinta Sang Juragan

jelas Lee sambil menyimpan ponselnya. "Udah deh, jadi ngerepotin. Nanti aja kalau pulang ke Indonesia. Belum lagi mesin pelumat dagingnya, terus enaknya pakai tetelan, sama tulang sapi. Duh, kan jadi ngeces." Rara menelan liurnya sendiri, membayangkan betapa gurih makanan kesukaannya itu. "Ah, a Arya ini gara-garanya. Rara jadi pengen makan bakso," rajuk Rara.
1034.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 964 kali sebagai binatangnya enak di makan
Baca
+Pustaka
Dicampakan setelah Tidak Berpenghasilan

Dicampakan setelah Tidak Berpenghasilan

sapa binatang berbulu itu sembari terus menggosokkan wajah lucunya ke muka bantalku. "Apa sayang? Tiwul lapar, ya? Mau minta mamam ya, sayang?" tanganku membelai lembut bagian kepala binatang manja itu. "Meeow ...", aku menafsirkan ucapanya ini sebagai kata 'iya'. "Ayo, Mbak ambilkan kamu makan, Wul,"
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai binatangnya enak di makan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status