ELLIA
Mereka tak henti mengaum, menggeru, menderam, menggeram dan meraung-raung seraya menjulurkan kaki-kinya melalui celah jeruji besi.
Seketika, ciut nyalinya. Berdebar-debar jantungnya, hingga memunculkan keringat dingin. Kedua matanya bertambah lebar, hingga memunculkan percikan air. Kedua daun telinganya bergetar-getar, ketika menangkap suara-suara mereka, suara-suara binatang dihadapannya, suara-suara binatang disekitarnya, berbicara dengan bahasa manusia, yang ia mengerti.
Sikat na Kabanata