Selubung Memori
Firdaus Callistakering sudah air matakumadara aku hampir matisaat air mataku mengalirtangan di sayat berdarah
“Rambutmu pirang.”
“Kalau itu asli. Rambutku kadang-kadang bisa tumbuh pirang, meski hitam dominan. Profesor Merla pernah bilang kalau penampilanku tidak seperti pejuang perang. Dia pernah memaksa mau merias wajahku, dan, yah, aku tidak mau cerita hasilnya.” Lavi mengembangkan rambut, mengibaskannya pelan. “Tapi lihat? Saat rambutku sepunggung, bagian pirangnya mulai di bawah. Kata Profesor Merla ini bukan hitam. Rambutku memang seperti ini. Cokelat di pangkal, lalu ke pirang.”
Hot Chapters