Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ceraikan Aku, Tuan Anshel

Ceraikan Aku, Tuan Anshel

Tatapannya tertuju pada bikini biru yang kini tampak lebih pekat warnanya karena basah, sangat kontras dengan permukaan air yang berkilauan. ​"Tadi kau yang menyuruhku cepat masuk, kan?" bisik Anshel, suaranya rendah, hampir tenggelam oleh suara ombak, namun cukup untuk membuat pipi Fleur merona—kali ini bukan karena matahari.
107.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai blue hours txt
Baca
+Pustaka
Once in A Blue Moon

Once in A Blue Moon

Bella bersiap menghadiri makan malam keluarga hari ini. Ia memakai gaun yang terbaik yang ada di lemari. Walaupun begitu, gaun berwarna biru itu terlihat cukup sederhana untuk seorang putri Duke Gracia. Gaun itu berkerah lebar dengan panjang tiga per empat lutut. Bella tetap terlihat cantik. "Nona terlihat sangat cantik..." ujar Lora tersenyum lebar, "untuk rambutnya.."
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai blue hours txt
Baca
+Pustaka
Black Light

Black Light

Sosok hitam yang tak dapat dilihat mata telanjang itu benar-benar berhasil memanen kristal jiwa, seolah menyatu dengan asap dan udara dia memetik kristal-kristal jiwa bagaikan memetik anggur. "Huahahahahahahahhahahahahahahahahahahaha...ternyata ini sangat menyenangkan, Aku benar-benar menikmatinya" Meskipun tawanya menggema dengan keras, namun manusia biasa tak dapat mendengar ataupun melihatnya. Rue benar-benar sudah menjadi sang pencabut nyawa! HUAHAHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHAHA
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai blue hours txt
Baca
+Pustaka
Binar Kalbu

Binar Kalbu

tanya Nissa sebelum berlari menuju kelasnya. Perpustakaan selalu menjadi tempat paling nyaman untuk berkeluh kesah, mengingat fasilitasnya juga lengkap. Nissa dan Rine sudah duduk di kursi tempat membaca dengan buku di tangan. Namun, buku itu hanya sebagai selingan bila cerita keduanya mengalami kebuntuan. Rine yang suka novel pembunuhan pun mengambil salah satu buku yang disukainya. Berbeda dengan Nissa yang sesekali bermain ponsel, Rine memilih untuk fokus. Melihat sahabatnya yang larut dalam buku, Nissa pun memasukkan ponsel ke tas merah mudanya. Nissa ikut larut ke dalam novel sampai air matanya mengucur sendiri. Novel berjudul Bumi Cinta yang dibaca Nissa benar-benar menguras emosinya.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai blue hours txt
Baca
+Pustaka
Bhu & Akra

Bhu & Akra

“Kita harus bicara. Sekarang.” Cakra menyurutkan senyumnya saat melihat Ana meletakkan ponselnya di atas meja. Cakra menatap ponsel keluaran terbaru itu dalam diam, sedangkan Ana mulai merasa gelisah. “Bhu tadi menggunakan ponsel Akra. Bhu tidak sengaja membukan aplikasi chat.” “Tidak sengaja?”
1012.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 430 kali sebagai blue hours txt
Baca
+Pustaka
Lima Jari Playboy

Lima Jari Playboy

Aku juga tak tergerak untuk mengejarnya. *** “From Blue to Gray,” sebuah gelas berbentuk pipih disajikan bartender di bar Shooting Range. Minuman ini tersaji di hadapan pandangku. Warna yang ditunjukkan sesungguhnya tak elok. Warna yang ada di bagian bawah adalah biru, lalu perlahan menjadi abu-abu. Aku malah melihatnya seperti laut yang ketumpahan tinta cumi atau polusi pabrik.
9.320.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 648 kali sebagai blue hours txt
Baca
+Pustaka
The Blue Blood

The Blue Blood

sampai kah aku harus berdusta seperti ini? Elsa menatap jauh ke depan, menatap langit biru yang nampak begitu cerah pagi ini. Jendela itu begitu bersih tanpa cela, hingga birunya langit yang membentang pagi itu dapat terlihat dengan begitu jelas dan indah di matanya.
9.8162.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.2K kali sebagai blue hours txt
Tampilkan Ulasan (62)
Baca
+Pustaka
Selfie Hurtness
Hai... Apakabar semua? Semoga sehat selalu ya... Author ngerti kalau endingnya masih begitu 'gantung' ya karena memang sebenarnya masih ada lanjutannya kok. Hehehe Ini sedang proses ya, jadi diharapkan bersabar. Yang tanya lanjutannya gimana, yang jelas bakalan banyak banget kejutan yang biki
Pepi Arastya
Ceritanya bagus..... sdh 3kali baca tapi kok masih bikin nyesek, marah sama tokoh-tokohnya, esmosi, sebel, semua rasa jadi satu tp kok nggantung gitu lhooo. Bagus sich utk pembaca mau nerusin sendiri ending-nya gimana. Bagaimanapun trima kasih utk yg buat cerita ini dan sukses slalu ......
Baca Semua Ulasan
Lelaki Penyembuh Luka

Lelaki Penyembuh Luka

Dareen mengambil kesempatan ketika kedua orang tua itu berjalan di depan dan mengambil tangan Elijah untuk menghiburnya. Telapak tangan Elijah telah banyak berkeringat, ini membuat sudut mulut Dareen memunculkan senyuman yang tidak bisa dijelaskan. Di perhentian kedua, mereka pergi ke Pantai Blue Island di mana airnya sangat biru dan jernih. Matahari bersinar di sepanjang pantai sepanjang tahun. Pasirnya berwarna putih dan airnya biru, jernih sangat memesona, karena itu, ia dinamakan Blue Island.
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 488 kali sebagai blue hours txt
Baca
+Pustaka
The Sugar Baby of Uncle Blue

The Sugar Baby of Uncle Blue

Kilauan keringat bermunculan di dahinya. Blue tetap memandangi wanita itu dalam keheningan. Baginya, ini adalah momen yang terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja. Ekspresi wajah Emely yang penuh hasrat tak mampu membuat dirinya berpaling. Kemudian, ia mengulurkan tangan perlahan. Dengan punggung jemarinya, Blue mengusap lembut buliran keringat yang mengalir di dahi wanita itu.
1053.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai blue hours txt
Baca
+Pustaka
Bright Pearl

Bright Pearl

Dia mungkin akan terlihat mencolok dengan rambutnya yang abu-abu di antara manusia yang lain. Clair Art School, sejak berabad-abad menjadi rumah seorang Iblis Pengisap Darah. Sekarang, di dunia manusia yang lebih damai, dia hanya sebagai pengajar biasa di sebuah sekolah seni yang alih-alih berjaya, sekolah itu justru terlihat sedang berada di ujung kebangkrutan. Tidak banyak siswa, bangunan kunonya pun tidak berubah selama hampir tiga abad. Yu Jian Hua dan Wang Zhian lebih dulu menunggu di gazebo di tengah kolam teratai. Ming Zhu yang ada di gendongan Wang Mo Ryu, sedikit membuat keduanya penasaran tentang akan seperti apa Ming Zhu dengan sosok manusianya. Ada perasaan luar biasa, namun juga
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai blue hours txt
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status