KUBELI KESOMBONGAN IPARKU
kata mama sambil menyerahkan piring yang berisi bolu.
Aku tidak percaya begitu saja, bisa saja bolu ini ada racunnya. Aku harus tetap waspada dengan wanita yang pernah menghabiskan nyawa mama kandung Mas Arlan.
"Maaf, Mah, bisa Mama cicip lebih dulu bolunya, maaf loh bukan tidak percaya, tapi ini bentuk waspada," suruhku membuat Mama Desti berdecak kesal. Ia mengecap bibirnya sambil menghela napas kasar.