Hot Brother
Dia sudah menceritakan semuanya.
Ben yang mendapat dorongan di tubuhnya kembali tersungkur di hadapan om dan tantenya. Arlan kemudian berdiri, begitu pun dengan Ben yang dengan susah payah ikut menegakkan tubuhnya.
Tanpa aba-aba, Arlan menampar pipi Ben dengan kuat. Pria paruh baya itu terlihat amat murka.
"Ini balasan kamu, Ben?" tanyanya.
Ben berlutut dengan melingkarkan tangannya pada kaki sang om, meminta maaf atas perbuatannya.