Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Days to Remember

Days to Remember

Sebuah rasa mengandung cinta yang entah bagaimana harus kumulai awalan kisah ini. *** Seingatku, hari itu datang terlambat sih. Para murid bahkan sudah memulai aktivitas belajarnya. Di papan tulis berwarna biru, satu paragraf sudah diisi dengan lima baris kalimat berisi tulisan Arab.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai brothers in arms: d-day
Baca
+Pustaka
The Ex Brother 2

The Ex Brother 2

Pegangan Brady terlepas dariku dan aku menjauh darinya dengan senang hati, walau bingung dan panik. Suara tembakan dari sumber lain kembali terdengar. Dari arah belakang kami. Aku menoleh dengan cepat. Itu ... Diana! Kakak Brady itu rupanya terjatuh karena ditembak oleh para pria bersetelan hitam yang kini mengepungnya. Aku yakin, tembakan di punggung Brady berasal dari Diana. Wanita itu menembak adiknya sendiri.
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 438 kali sebagai brothers in arms: d-day
Tampilkan Ulasan (8)
Baca
+Pustaka
Ika Windyastuti
baru kali ini nemu cerita yg gampang di bayangin seakan² sedang nonton sinetron bener² good novel the best pokonya makasih ya thor udah menghibur hari²ku dengan karya terbaik kamu di tunggu lanjutanya
chahynialrzki
the story is very very good!gasabar nunggu cerita selanjutnya!arggh pokoknya update nya cepet ya kak penasaran banget sama si olive, update 1 bab juga gapapa.intinya semangat kakak cerita kakak yang terbaik!keep the spirit.I always wait for the new chap the ex brother salam hangat dari ku!
Baca Semua Ulasan
Hot Brother

Hot Brother

Dia sudah menceritakan semuanya. Ben yang mendapat dorongan di tubuhnya kembali tersungkur di hadapan om dan tantenya. Arlan kemudian berdiri, begitu pun dengan Ben yang dengan susah payah ikut menegakkan tubuhnya. Tanpa aba-aba, Arlan menampar pipi Ben dengan kuat. Pria paruh baya itu terlihat amat murka. "Ini balasan kamu, Ben?" tanyanya. Ben berlutut dengan melingkarkan tangannya pada kaki sang om, meminta maaf atas perbuatannya.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai brothers in arms: d-day
Baca
+Pustaka
Perfect Brothers

Perfect Brothers

Mereka pun kembali saling menatap. "Tenang saja, mereka yang berkelahi tadi meninggal secara perlahan. Tapi tidak semua, kemungkinan, akan ada lagi pasukan para pelayat itu," jawab Aisyah. Para pelayat (karena memakai baju serba hitam) "Tidak, mereka tidak berani mengusik penduduk di sini. Mohon maaf, kami akan segera pergi malam ini, jadi jangan khawatir." sahut Asisten Dishi.
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai brothers in arms: d-day
Baca
+Pustaka
The Gene Brothers

The Gene Brothers

Empat saudara laki-laki yang bertubuh atletis, memiliki wajah yang tampan sangat menarik perhatian Edrea, mereka berdiri di sekitar dapur dan memandang Edrea dari atas sampai bawah seperti gorila kebun binatang yang baru saja keluar dari kandangnya. "Hai," si bungsu dari keempat saudara itu mengangkat tangannya dengan lambaian kecil. Seringai besar menutupi wajahnya. Edrea menelan ludahnya kasar dan tersenyum singkat, dia mengepal bagian bawah t-shirtnya dengan tinjunya. "Hai," gumamnya. "Aku uh... hanya butuh air." Dia seratus persen yakin bahwa orang tua Gene tidak membayangkan bahwa pertemuan pertama mereka akan terjadi seperti ini.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai brothers in arms: d-day
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status