LOG PANGGILAN YANG LUPA DIHAPUSNYA
"Anggap saja ini ujian istimewa, hadiah agar aku tumbuh menjadi wanita yang tegar dan sukses."
"Hei, kenapa senyum?" tanya teman yang ada di depan mejaku.
"Gak apa apa," jawabku gugup, aku membenahi cara duduk.
"Kamu kayak teringat sesuatu yang indah deh," gumamnya menggoda.
"Tidak juga, aku sedang berusaha menguatkan hati, kuyakinkan diriku bahwa aku bisa bahagia."
"Tentu saja badai akan berlalu digantikan pelangi yang indah, jangan lupa tersenyum dan tetap bahagia, Irma," jawabnya menepuk pundakku pelan.
Chapitres populaires