Hati yang Terbagi
Tak menyangka jika semua itu awal dari kehancuran hatiku untuk kesekian kalinya.
"Heh! ngelamun!" Anggi menepuk pundakku kencang hingga membuatku terlonjak.
"Astaghfirullah, Anggi!" sungutku.
"Lagi ngelamun! kesambet lho!" Mereka tertawa.
"Udah ga ada jin yang mau nyambet aku, saking apesnya!"
"Astaghfirullah, Alina! ngomongnya kok gitu?" Nabila protes.