Melawan Suami dan Mertua
Begitu jawaban Mama.
Indy yang tampak malu-malu pun kini menyalamiku. Wajahnya seperti orang yang sangat sungkan. Praktis sejak kematian sang abang, kami tergolong banyak memberikan bantuan kepada gadis belia ini. Mulai dari biaya sekolah sampai uang jajan, aku tak sungkan memberikan kepadanya. Mas Vadi apalagi. Lelaki itu banyak juga menyisihkan uang untuk keluarga yang jelas-jelas tak ada sangkut paut dengan kehidupannya. Ya, dasar lelaki berhati malaikat. Mana betah dia kalau melihat orang yang dia kenal kesusahan. Suamiku bilang, itu tak seberapa dan bukanlah hal yang harus dibesar-besarkan.
“S-selamat, Mbak,” ucap Indy sambil mencium tanganku dengan suara pelan yang terbata-bata.
Hot Chapters