Bukan Pernikahan Biasa
"Aku sudah banyak merepotkan, Mas Sabda. Bukan hanya tenaga, tapi juga uang yang nggak sedikit. Ini bukan hakku, ini milik Mas. Pernikahan tadi karena terpaksa, jadi aku kembalikan semuanya."
Sabda diam memandang benda putih di atas meja. Dia sendiri juga bingung harus bagaimana. Pernikahan tadi bukan hal yang remeh. Dia benar-benar mengucapkan lafadz ijab qobul dan di saksikan banyak orang. Apakah karena terpaksa, jadi tadi hanya main-main? Hati kecil Sabda menyangkal. Meski sebenarnya itu juga membingungkan baginya. "Ambil saja, Senja." Di gesernya lagi amplop itu ke depan Senja.
"Mas, harga cincin ini tentunya nggak murah."
ตอนยอดนิยม