Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Mencoba membongkar isi saku tasnya. Emma mengeluarkan beberapa lembar uang yang sudah terlipat. Satu per satu dihitung. Lambat dan hati-hati. “Cukup buat bus,” lirihnya. Perutnya berbunyi pelan. Kriukk. Emma memejamkan mata sebentar. Menghitung lagi. Seakan berharap jumlahnya bisa berubah. Tidak. “Ya udah,” bisiknya. “Buat ongkos aja sudah syukur.”
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai buket uang 5 lembar
Baca
+Pustaka
Babak Belur Pernikahanku

Babak Belur Pernikahanku

laki-laki itu mengangguk sopan dan menyodorkan buket yang sangat menarik perhatian tersebut. Bukan lagi buket bunga mawar hitam seperti yang biasa dia terima, namun kali ini buket dengan lembaran-lembaran uang yang tersusun rapi. Ayra belum tau berapa jumlahnya, tapi itu saja cukup membuat matanya melebar sempurna.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai buket uang 5 lembar
Baca
+Pustaka
Awas Nyonya, Nanti Ketagihan!

Awas Nyonya, Nanti Ketagihan!

​Prak! ​Tanpa ragu, Reni menghantamkan celengan itu ke lantai. Pecahan tanah liat berserakan, mengungkap tumpukan lembaran uang yang lusuh. Dengan jari-jari yang gemetar, ia mulai menghitung. Lembaran dua ribuan, lima ribuan, dan beberapa koin seribuan. Totalnya hanya seratus lima puluh ribu rupiah.
11.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai buket uang 5 lembar
Baca
+Pustaka
Aku Tak Bodoh

Aku Tak Bodoh

Hei … apa ini? Aku merasakan sesuatu di kantong celana Mas Bima yang digunakannya tadi malam ketika kami jalan. Aku menarik benda itu dan … tralala trilili, aku menemukan kertas berwarna merah sebanyak lima lembar. Uang biru tujuh lembar, selebihnya warna hijau dan abu abu. Beneran minta disleding ni lakik. Yang begini ini katanya nggak punya uang? Terus ini apa namanya? Buku mantra?
9.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai buket uang 5 lembar
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Racun Sang Tabib

Pembalasan Dendam Racun Sang Tabib

"Tidak mungkin!" "Paman pasti bercanda!" Yanto menambahkan dengan suara tinggi. Tapi Paman Liu tidak menjawab. Ia hanya tersenyum tipis, lalu berjalan melewati mereka menuju ruang belakang. Di kamarnya, Bima duduk di tepi kasur. Ia membuka amplop itu, menatap tumpukan uang di dalamnya. Lima puluh juta. Jumlah yang sangat besar. Cukup untuk hidup berbulan-bulan tanpa rasa khawatir.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai buket uang 5 lembar
Baca
+Pustaka
Jagoan di Puncak Kejayaan

Jagoan di Puncak Kejayaan

Semuanya harus menambahkan hingga cukup banyak uang! Buck melemparkan pantatnya ke sofa, mengambil dua gulungan uang tunai dari tas, dan melemparkannya tepat ke arah para wanita. “Pasti ada sekitar 8.000 Dolar di sini. 4.000 Dolar untuk kalian masing-masing sebagai deposit!” Dia bergemuruh. "Setelah aku puas, kalian masing-masing akan mendapatkan tambahan 4.000 Dolar dariku!"
9498.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16.9K kali sebagai buket uang 5 lembar
Baca
+Pustaka
Terhasut Rayuan Presdir Dingin

Terhasut Rayuan Presdir Dingin

Amira menghitung uang miliknya, 2 lembar uang pecahan 100 ribu, 2 lembar uang pecahan 20 ribu, 4 lembar uang pecahan 2000 dan juga 4 buah koin 500 perak yang bahkan sempat terjatuh dan menggelinding di lantai. "Maaf, aku sungguh minta maaf." Amira segera meletakkan uang dengan total 250 ribu itu di atas meja dan juga ia menuliskan sepucuk surat yang ditulis menggunakan pensil alis miliknya di atas selembar kertas dari bon bekas belanja di minimarket. Tak lupa ia membubuhkan cap bibirnya lalu pergi secepat kilat meninggalkan Dexa seorang diri.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai buket uang 5 lembar
Baca
+Pustaka
Aku Bukan Mesin Pencetak Uang

Aku Bukan Mesin Pencetak Uang

Pasti, dia akan mengatakan karena aku belum pernah merasakan memiliki anak. "Tabunganku hanya tinggal ini, Bu! Maaf aku tidak bisa membantu ibu." Kusodorkan sepuluh lembar kertas merah di atas meja. Ibu segera meraih lembaran uang pemberianku. "Apa? Kenapa cuma satu juta, Nia? Ibu kan butuhnya 5 juta!" desis Ibu bersungut-sungut. Tidak ada rasa syukur sama sekali.
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai buket uang 5 lembar
Baca
+Pustaka
Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Lalu orang yang membeli tanahku ini pamit pulang. __________ Sesuai janji, hari ini aku mengurus semuanya. Uang Lima ratus juta masuk rekeningku. Dua ratus jutanya ku minta chas. Aku keluar dari bank membawa keranjang sayur berisi uang dua ratus juta, diatasnya ku beri bayam dan beberapa ikat kangkung. Ini sesuai arahan Bapak. Malam harinya
7.840.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai buket uang 5 lembar
Baca
+Pustaka
Redemption: Identitas dan Masa lalu

Redemption: Identitas dan Masa lalu

BAB 42 “Kau mendapat lima ribu koin hanya untuk satu bulan?” May melongo kearah Lira. “yah sebenarnya lima ribu koin adalah gabungan dari uang yang diberikan, ayah dan kakak kakakku” katanya. “tetap saja, tapi apa yang kau lakukan dengan uang sebanyak itu?” “membeli ini dan itu, kau tau kan” Lira menyeringai.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai buket uang 5 lembar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status