CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku
Meja kerja besar dengan permukaan mengilap berdiri kokoh di tengah, dikelilingi sofa kulit hitam.
Ruangan yang sempurna untuk karakter CEO yang sempurna. Otak Gista secara alamiah merancang plot cerita, membayangkan tokoh-tokoh novelnya berada di ruangan ini. Duduk, berbicara, berbisik.
Ia membayangkan sang tokoh utama wanita di bukunya. Sarsha duduk di sofa, bersandar santai, sementara tokoh utama pria—Gio, seorang CEO dingin yang soft spoken itu—berdiri di dekat jendela besar, berbicara dengan nada rendah. Mungkin mereka bertukar tatap penuh rahasia.