Hai Om, Aku Calon Istrimu!
"Aku suka kok kalau kamu cemburu. Lucu."
"Lucu?" Om Kais melepas pelukan, menatapku dengan alis terangkat.
"Iya, lucu. Bunny keliatan care banget." Aku tersenyum lebar.
Om Kais menggeleng pelan, tapi senyum tipis muncul di bibirnya. "Dasar kamu."
“Eh, Bunny belum makan, kan? Aku bawain makan siang.” Aku mengangkat paper bag. “Katanya tadi pengin makan nasi goreng, kan?”