PLAYER
Baru saat Ervin berbalik badan untuk berjalan ke ujung lorong di mana toilet berada, matanya bertumbukan dengan sepasang mata hazel milik Arla.
“Ervin.”
Ervin hanya mengangguk singkat dan tersenyum tipis untuk menjawab sapaan Arla.
“Boleh bicara bentar, Vin?”
“Cafenya udah mau tutup,” jawab Ervin dingin.
“Jam sepuluh kok tutupnya, ini masih jam sembilan.”
Ervin mengalah. Tidak, lebih tepatnya ia dikalahkan tatapan mata hazel itu.
“Mau ngomong apa?” tanya Ervin setelah menarik kursi terdekat dan memosisikannya di dekat Arla.