Cinta Istri Berbuah Luka
Cantika tersenyum kecil.
"Astagfirullah, Can, kamu pikir jodoh itu tahu bulat." Aruna berdiri, hendak melihat kue brownis yang sedang dipanggangnya di dapur.
Tawa Cantika menggelegar, terasa ringan dan tanpa beban. Pantas saja orang banyak mengira jika dirinya sangat bahagia tanpa pasangan, nyatanya memang itu yang terjadi. Cukup dengan melewati hari bersama Aruna. Menikmati waktu dengan baik dan bersyukur, kunci paling utama. "Aku, kan, cuma berandai-andai. Kamu kalau diajak bercanda, kurang menarik." Gadis itu memanyunkan bibir, sedikit kesal. Kembali menempelkan pipi kanan di meja seolah itu bisa membuat dirinya membaik.
Hot Chapters