Cinta Diam-Diam Sang Bos
Mataku pun mulai berkaca-kaca.
"Nak, Ibu tahu kamu akan sangat bahagia. Tapi ingat, supaya pernikahan bisa berjalan dengan baik, kamu harus tahu kapan saatnya bicara dan kapan harus diam. Harus bisa memilih mana pertengkaran yang perlu diperjuangkan dan mana yang sebaiknya dibiarkan saja. Mulai sekarang, bukan lagi tentang keinginanmu sendiri, tapi tentang apa yang kalian berdua inginkan. Mengerti, sayang?"
"Mengerti, Bu. Aku mengerti. Aku sayang banget sama Ibu. Terima kasih sudah selalu mendukungku, bahkan di masa-masa yang paling sulit."
Sikat na Kabanata