Rasa
Waktu istirahat sudah habis, dan para santri mulai memasuki kelasnya masing-masing.
Abian menyiapkan keperluannya untuk mengajar. Sebuah buku dan sebuah lembar kehadiran yang ia dapati di meja ustadz Adam, ia bawa menuju kelas. Sampai saat itu, sebetulnya Abian masih kebingungan, bagaimana cara menjelaskan materi agar mudah dipahami oleh mereka? Bagaimana nantinya menjawab pertanyaan dari para santi? Sementara, Abian saja masih dalam tahap belajar dan belum menguasai sempurna pelajaran tersebut. Pertanyaan-pertanyaan perusak kepercayaan dirinya itu, terus menyelimuti, hingga Abian tiba di depan kelas yang ia tuju.
Berusaha untuk tenang, remaja laki-laki itu mencoba kembali teknik pernafasan
Hot Chapters