Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Abangku

Istri Abangku

Kamal menoleh pada kumpulan ibu-ibu yang keluar dari masjid sambil bergerombol. "Pancinya, Bu. Panci anti pelakor. Panci anti pebinor dan anti miskin, Bu. Dijamin suami makin sayang dan uang belanja ditambahkan. Ayo, Bu, dipilih pancinya, Bu," seru Kamal memulai aksi promosinya. Kamal mengeluarkan semua isi tasnya untuk diperlihatkan pada ibu-ibu yang berhenti di depannya. "Berapa, Bang?" tanya seorang ibu sambil membolak-balik panci dan penggorengan. Kamal.
1019.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 695 kali sebagai pembantuku
Baca
+Pustaka
Jerat Pembantu Tuan Abizar

Jerat Pembantu Tuan Abizar

Apalagi kesan positifnya bertambah saat Abizar membungkukkan tubuh dengan sopan dan hormat, “salam kenal, Bu. Saya Abizar. Majikannya Mawar. Sengaja saya yang mengantar Mawar pulang, agar dia bisa sampai ke kampung dengan selamat.” Bu Nau terperangah, ditatapnya Mawar—menuntut penjelasan. Ternyata Abizar tidak sekejam dan semengerikan itu! Memangnya sosok kejam mau dengan berbaik-hati mengantar seorang pembantu pulang kampung? Apalagi menetap beberapa saat, untuk menyapa hormat orangtua Mawar dan memanja-manjakan adiknya. Sekalipun apa yang Nau lihat hanya pencitraan saja agar restu bisa berjalan lancar.
109.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 300 kali sebagai pembantuku
Baca
+Pustaka
Ditikam Cinta

Ditikam Cinta

Ujar Wina “Biar bagaimanapun dia tetap anakmu.” Ujar Wina “Kau.” Ujar Josep “Bibi, Kau sudah siap bekal untukku kan karena hari ini aku ada jadwal bimbingan dengan Pembimbing Sidangku nanti.” Ujar Wina “Sudah saya siapkan nona.” Ujar Pembantu 3 yang mengambil Kotak bekal yang sudah ia siapkan. Saat itu Pembantu itu memberikan Kotak bekal kepada Wina “Terima kasih.” Ujar Wina
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai pembantuku
Baca
+Pustaka
BAIT-BAIT CINTA SANG PEMBERONTAK

BAIT-BAIT CINTA SANG PEMBERONTAK

“Yang memegang senter! Tolong soroti sekeliling! Sepertinya ada sesuatu yang mencurigakan.” Mendengar perintah dari Moza itu, semua yang membawa senter terlihat sibuk menyorotkan senter mereka ke sekeliling jalan setapak yang mereka lalui, dan cahaya senter itu pun sampai ke pohon besar yang di jadikan persembunyian Pak Musa dan kedua temannya. Namun beruntung, cahaya itu tidak mampu menembus pohon besar tersebut hingga tidak bisa melihat ketiga orang yang sedang bersembunyi di belakangnya. Rupanya segerombolan orang itu adalah Moza, Sembi dan Resta serta para tentara pemberontak yang tadi diperintahkan untuk mengambil senjata. Moza berjalan paling depan yang kemudian diikuti oleh Sembi da
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai pembantuku
Baca
+Pustaka
Nista Pembawa Nikmat

Nista Pembawa Nikmat

sahut Denny, ABG bertato yang jadi teman keseharian Ari. "Biasa ... calon juragan, masak kamu gak tau Ny," ucap Pak To. Mendapat omongan seperti itu dari rekan-rekannya Ari cuma senyum- senyum, dan setelah istirahat cukup Pak To pun segera mengomandoi para pekerja. "Ayo kerja, kerja!" kata Pak To dengan lantangnya. Beberapa saat kemudian ada dua truk besar masuk bawa buah jeruk kiriman dari Kalimantan, para pekerja pun segera bersiap-siap untuk bongkar barang, tak ketinggalan Ari dan Denny pula.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai pembantuku
Baca
+Pustaka
Pria Culun Itu Suamiku

Pria Culun Itu Suamiku

Sebuah nomor tidak dikenal. ​Areta mengangkatnya dengan malas. "Halo, Butik Niku dengan Areta di sini." ​"Selamat siang, Ibu Areta," suara di seberang sana terdengar sangat berat, serak, dan terdengar seperti pria paruh baya yang ramah. "Saya Bapak Gunawan dari Paguyuban Peduli Sesama. Saya hanya ingin memastikan, apakah kiriman alat pijat untuk Mas Adam sudah sampai? Kami sangat berterima kasih karena bulan lalu Mas Adam membantu memperbaiki mesin pompa air di panti asuhan kami tanpa mau dibayar. Kami urunan untuk membelikan itu sebagai rasa terima kasih."
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai pembantuku
Baca
+Pustaka
AJUDAN SELEMBE

AJUDAN SELEMBE

63 *Pasukan Proyek Palm Beach* Mardi : Ladies and guys, merapat dulu sebentar. Said : Ada informasi baru dari Almo, kelompok lawan dipimpin oleh Malcolm Walker. Dedi : Pasti kedua adiknya ada. Maddox and Morgan. Ruben : Sepupunya, Gillian Walker. Bunji : John Wright. Taylor : James Wright. Harzan : Jack Wright. Girish : Magnus Thomson.
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai pembantuku
Baca
+Pustaka
Mantanku Pengawal Pribadiku

Mantanku Pengawal Pribadiku

“Perempuan muda, berpotensi besar jadi sasaran. Ada musuh yang mungkin sedang mengincarnya. Dia akan dijaga oleh satu orang pengawal perempuan yang menyamar sebagai asistennya, dan juga dia butuh pengawal pria yang tidak menyamar, harus terlihat jelas.” “Tujuan psikologis. Peringatan visual.” “Tepat. Tugasmu, pastikan tidak ada satu pun ancaman yang bisa menyentuhnya. Besok kamu ke rumah sakit tempat Kakeknya dirawat. Di sana kamu akan bertemu Pak Yono.” “Pak Yono? Jadi ini tugas personal?” “Iya. Langsung dari beliau. Aku minta kamu hormati setiap arahannya. Dia orang yang kita percaya.”
879 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai pembantuku
Baca
+Pustaka
Selir Kesayangan Suamiku

Selir Kesayangan Suamiku

tanya Sifa. BERSAMABUNG
1015.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 345 kali sebagai pembantuku
Tampilkan Ulasan (6)
Baca
+Pustaka
donalwilys
cerita yg bagus tp, dialog 2 orang dikasih keterangan siapa yg ngomong mulu. cukup akhiri pake tanda petik, trs ganti paragraf. misal, ucap gendis, tolak gendis, gurau gendis, bentak mama. yg baca jg tau maksud dialog 2 orang itu. pliss, belajar ngetik yg bener y biar kayak novel beneran. semangat
MOON
heh rio, gendis, pintu neraka sebelah kiri. cepat masuk kesana. thor, plisss lah bikin menyesal si pezina itu. pengen berkata kasar sama laki kegedean napsu. gundik gatel juga, berpengetahuan tapi kelakuan kayak iblis.
Baca Semua Ulasan
BENALU

BENALU

ucap Bh Citra sambil menoyor Bik Karmi. "Biarpun saya hanya pembantu di sini, derajat saya lebih tinggi, karena saya tidak menjilat dan tidak menjadi benalu seperyi Bu Citra. Dan menghalalkan segala cara, demi mendapatkan banyak uang dan harta! Ingat, saya tidak tinggal diam dan akan melaporkan semua ini pada Non Izzah!"
30.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai pembantuku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status