Akan Kubalas Pengkhianatanmu, Mas!
"Mama nggak cegah Papa pergi?"
Mama mendesah lirih, "Kamu tahu tabiat papamu, Nak. Keras kepalanya melebihi kamu. Gimana Mama bisa larang?"
Aku mengangguk, memahaminya. Mama benar, keras kepala kami boleh diadu. Sekali menetapkan tujuan, nggak akan ada yang bisa menghalangi kecuali kami sudah mendapatkannya.
"Kira-kira apa yang bakal Papa sama Om Wirawan rencanakan, Ma?"