Merajut Asa
Ia membiarkan ayahnya melampiaskan kekesalan.
"Percuma Papi kuliahkan kamu hingga ke Leiden, bekerja sebagai pengacara papan atas, kalau hal sepele seperti itu saja tidak dapat kamu kendalikan," sindir Satria, masih dengan nada datarnya.
Ezra masih tetap diam. Melawan pendapat ayahnya dalam situasi seperti ini adalah tindakan sia-sia. Walaupun tak ada intonasi meninggi dan tanpa umpatan makian, tapi semua orang yang mengenal Satria paham betul makna nada datar itu.