Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MY CRAZY HUSBAND

MY CRAZY HUSBAND

Krekk Suara pintu kamar mandi yang terbuka menampilkan nata yang saat ini hanya menggunakan handuk dibawah pusar hingga lututnya. Vanya hanya melihatnya dari kaca yang berada didepannya. Vanya sudah tidak kaget dengan pemandangan tersebut karena kakaknya biasanya juga sering seperti itu. Namun saat ini berbeda yang ditatapnya adalah tubuh nata tubuh suaminya. Vanya hanya melihatnya sambil melongo karena biasanya vanya melihat tubuh kakaknya yang sangat biasa biasa saja namun sat ini yang dilihat adalah tubuh nata yang banyak kotak kotak nya sudah seperti roti sobek. Vanya lansgung menggelengkan kepalanya. Setelah itu vanya menaburkan sedikit bedak. Saat mau memakai pelembab bibir nata lebih
717.0K viewsCompletedAdded to Library 630 Times as cats in the cradle
Read
+Library
BLASTERIS TERKUAT

BLASTERIS TERKUAT

Krisna tiba di depan toko yang ditinggalkan dan mendengar suara di dalam. Mengintip melalui jendela yang pecah, dia melihat beberapa anak kucing seukuran pudel mainan bermain di dalamnya. Anak-anak kucing itu berbulu halus berwarna merah api, dan mereka sangat imut. Gadis-gadis pasti akan menyukainya. Meskipun demikian, Krisna tahu bahwa mereka bukan anak kucing biasa tetapi Firecats, yang terlihat menggemaskan ketika mereka masih muda tetapi menjadi iblis haus darah setelah dewasa.
1066.2K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as cats in the cradle
Read
+Library
CRUEL HUSBAND

CRUEL HUSBAND

"Maka dari itu cobalah ikhlas." "Ikhlas tidak semudah membalik telapak tangan," balas Tania lebih sengit. "Mama sama Papa kenapa berantem? Jangan berantem. Ara janji tidak akan nakal," lirih Ara. Mata anak kecil itu langsung berkaca-kaca. Dia kira orang tuanya bertengkar karenanya. "Ara janji tidak akan cengeng lagi. Tidak akan minta boneka Barbie lagi ...."
9.512.0K viewsCompletedAdded to Library 383 Times as cats in the cradle
Read
+Library
Criana

Criana

jawabku. “Lihat itu . . . .” mas Faisal menunjuk pada lembah yang ada di bawah sana. Aku sangat terpukau, benar-benar indah sekali. Jutaan cahaya lampu rumah penduduk menyerupai gerombolan bintang-bintang di langit. “Waw indah sekali mas,” pekikku. “Ini tempat favoritku Cri, aku sangat betah berlama-lama disini jika malam tiba.” Mata mas Faisal menatap jauh ke lampu-lampu itu.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as cats in the cradle
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status