The Seven Phoenix Shards
Migrainku sepertinya kambuh, karena terlalu lama memikirkan hal, yang seharusnya tidak terlalu kupikirkan.
Identitas Ratu Felicia—ibuku, di dalam kertas itu, telah berulang-ulang kubaca. Hatiku resah, tatkala melihat nama tempat pendidikan terakhirnya—Akademi Destroyer. Aku tidak dapat menampung semua rasa penasaran yang timbul. Pikiranku melayang bersama isi surat itu. Baru kali itu, aku menjumpai banyak kiasan yang aneh—bahasa yang tercantum adalah bahasa Darkness, tetapi benar-benar indah; tidak bisa dideskripsikan dengan apa pun.
"Sera, mereka masih lama, ya?" Aku menyikut bahu gadis bermata merah itu, sebelum dia terlelap tidur lebih dalam. Pasti susah membangunkannya, ketika dia telah
Hot Chapters