Suamiku Jadul
kataku seraya menyerahkan obat tersebut, setelah lebih dahulu kubuang kemasannya.
“Oh, terima kasih, Bu Kades.” katanya seraya pergi.
Malam harinya kuceritakan pada Bang Parlin, dia justru istighfar.
“Astagfirullah, Dek, itu pencahar untuk sapi, sedikit saja untuk sapi sudah langsung buang air, apalagi untuk manusia, kau kasih pula semua, nanti orang mati bagaimana?” begitu kata Bang Parlin.
“Suaminya tukang mabuk, Bang, tukang judi lagi,” kataku kemudian.
Chapitres populaires